BAB I

REGISTRASI DAN HERREGISTRASI

 

Pendaftaran akademik dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama setelah menyelesaiakan registrasi/herregistrasi terlebih dahulu. Semua mahasiswa yang telah mendaftar pada setiap semester/tahun ajaran dibuatkan surat keputusan peserta didik/ mahasiswa oleh Direktur Poltekes Kemenkes Tasikmalaya.

Pendaftaran akademik diselenggarakan dalam rangka pemberian ijin bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar/perkuliahan, dalam pendaftaran akademik mahasiswa diwajibkan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dan menandatanganinya bersamaan dengan dosen wali dan mneyerahkan kembali subbbag Adak jurusan atau program studi.

      A.Registrasi

Registrasi dimaksudkan untuk mahasiswa baru setelah bersangkutan dinyatakan  Lulus Ujian Sipensimaru Diknakes dan menyerahkan kartu tanda ujian/seleksi

1. Menunjukan ijazah asli

2. Mengisi dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran

3. Membayar Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP)

4. Menyerahkan KRS ke pembimbing akademik (PA) untuk ditandatangani. Menyerahkan KRS yang telah ditandatangani ke jurusan/program studi masing-masing

5. Pembuatan Kartu Mahasiwa (KTM)

6. Kartu tanda mahasiswa (KTM) merupakan tanda pengenal resmi yang harus dimiliki oleh mahasiswa Poltekkes kemenkes Tasikmalaya, KTM berlaku selama masa studi dan harus mendapatkan pengesahan pada setiap awal semester.

B. Heregistrasi

Herregistrasi dimaksudkan untuk mahasiswa lama yang masih tercatat pada semester sebelumnya termasuk yang cuti akademik, yang bersangkutan diwajibkan untuk melaksanakan daftar ulang (herregistrasi) pada jadwa yang telah ditetapkan, dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Mengisi dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran.

2. Membayar SPP dan  uang praktikum untuk semester yang berlaku

3. Menunjukan Kartu  Tanda Mahasiswa (KTM) terakhir

4. Bagi mahasiswa yang menghentikan studi untuk sementara/cuti akademik, harus menunjukan   surat         direktur   yang    menyatakan  bahwa   mahasiswa    yang     bersangkutan diterima kembali dilingkungan Politeknik Kesehatan Tasikmalaya (surat permohonan untuk diterima kembali diajukan kepada direktur selambat lambatnya 1 bulan sebelum pendaftaran dimulai).

5.  Menyerahkan  KRS kepada PA untuk ditanda tangani dan menerima KHS

 

BAB II

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

A.Pengertian Semester dan Program Semester

Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan  lamanya program dalam suatu jenjang pendidikan. Program Semester berisikan  mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester  tersebut dan dituangkan dalam bentuk Kalender Akademik. Satu semester   setara dengan kegiatan pembelajaran 14 minggu efektif ditambah  4 minggu  kegiatan evaluasi (UTS dan UAS).  Satu  semester setara dengan kegiatan  pembelajaran 14 minggu efektif ditambah dengan 4  minggu evaluasi (UTS dan  ( UAS).

B.Sistem Kredit Semester

Pengertian SKS

 Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan Besarnya :

 1.   Beban Studi mahasiswa

 2.   Pangakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa,

 3.  Usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program baik program semesteran maupun program lengkap

 4.  Usaha penyelenggaraan program pendidikan tenaga pengajar.

Pengertian 1 (satu) jam SKS masing-masing metode pembelajaran adalah :

  1. Satu SKS setara dengan 160 (seratus enam puluh) menit kegiatan belajar per minggu per semester
  2. Setiap mata kuliah paling sedikit memiliki bobot 1 (satu) sks
  3. Semester merupakan satuan waktu kegiatan pembelajaran efektif selama 16 (enam belas) minggu

Satu SKS pada bentuk pembelajaran kuliah, response dan tutorial, mencakup :

  1. Kegiatan belajar dengan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester
  2. Kegiatan belajar dengan penugasan terstruktur 50 (lima puluh) menit per minggu per semester; dan
  3. Kegiatan belajar mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester

Satu SKS pada bentuk pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis, mencakup :

  1. Kegiatan belajar tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan
  2. Kegiatan belajar mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester

Satu SKS pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara, adalah 160 (seratus enam puluh) menit per minggu per semester

Beban normal belajar mahasiswa adalah 8 (delapan) jam per hari atau 48 (empat puluh delapan) jam per hari atau 48 (empat puluh delapan) jam per minggu setara dengan 18 (delapan belas) sks per semester, sampai dengan 9 (Sembilan) jam per hari atau 54 (lima puluh empat) jam per minggu setara dengan 20 (dua puluh) sks per semester

  1. Pelaksanaan Perkuliahan

Perkuliahan di lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya  sesuai dengan penerapan satuan kredit semester (paket).

1. Lama Masa Studi Mahasisiwa

Batas masa program pendidikan di Poltekkes diperhitungkan sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa semester I, dan masa terpanjang sebagai berikut :

a. Program D III : 10 (sepuluh semester)

b. Program D IV : 2 (dua) semester untuk mahasiswa yang berasal dari program D III

 Apabila mahasiswa telah sampai pada batas masa studi yang diperkenankan namun belum dapat menyelesaikan program studinya, maka ia dinyatakan putus studi (Dropped Out/DO). Kepadanya hanya diberikan surat keterangan pernah mengikuti program Diploma.

2. Perkuliahan

Bentuk perkuliahan di Program Studi dilingkungan Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, terdiri atas :

–  Perkuliahan di kelas

–  Praktikum di laboratorium

–  Praktek Kerja Lapangan

–  Praktek Klinik

D.Dosen / Pembimbing Akademik

Untuk membantu para mahasiswa dalam rangka penyelesaian program studinya, Politeknik Kesehatan Kemneneterian Kesehatan Tasikmalaya menyediakan Dosen Pembimbing akademik yang disebut dosen wali. Dosen wali adalah tenaga pengajar tetap yang ditunjuk dan diserahi tugas membimbing mahasiswa yang bertujuan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi. Kewajiban dosen wali adalah :

  1. Menguasai seluruh program pendidikan yang diselenggrakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Tasikmalaya
  2. Membantu mahasiswa menyusun program belajar secara lengkap
  3. Membantu mahasiswa menyusun program selama satu semester, sesuai dengan beban belajar mahasiswa
  4. Menampung masalah akademik yang dihadapi mahasiswa bimbingannya mencarikan cara pemecahannya

E.Pelanggaran dan sanksi akademik

Proses penyelenggaraan pendidikan merupakan syarat mutlak untuk menciptakan suasana belajar yang baik dan menjamin tercapainya mutu pendidikan. Tertib proses pendidikan harus dijaga dan diusakan terus peningkatannya, semua yang terlibat dalam proses pendidikan wajib mentaati semua ketentuan akademik serta  administrasi dan tata tertib kehidupan kampus. Terhadap semua pelanggaran, baikpelanggran ketertiban kampus, maupun pelanggraran  admistrasi    dan   akdemik dapat dikenakan sanksi akademik sesuai dengan etika pendidikan, sanksi akademik dikenankan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran ketertiban kampus , admistrasi dan akademik seperti halnya ; Tidak melaksanakan registrasi, tidak aktif kulih tanpa melalui ijin cuti, Pemalsuan akademik, seperti pencontekan tugas akhir, makalah tanda tangan absensi kehadiran kuliah/praktek     Jenis sanksi yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar peraturan  pelaksanaan kegiatan pembalajaran dapat berupa :

 a)  Tidak diperkenankan mengikuti kuliah ( teori/ praktik)

 b)  Peringatan akademik berupa teguran lisan dan tertulis

 c)  Pemberhentian sementera untuk jangka waktu tertentu ( skorsing )

 d)  Pemberhentian tetap/pemutusan studi

1. Pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkan mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti kegiatan pembelajaran antara lain :

 a) Tidak menyelesaikan dan atau tidak memiliki kartu registrasi dan KRS pada waktu yang telah di  tetapkan

b)  Pada waktu perkuliahan tidak memakai pakaian bebas, tetapi disesuaikan dengan program studi masing – masing yang telah ditentukan

2.  Tenaga Pendidik mempunyai kewenangan untuk menyatakan seseorang mahasiswa boleh atau tidak diperkenankan mengikuti kegiatan PBM., kepadamahasiswa yang melakukan pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkanmahasiswa mendapat teguran lisan dan tertulis 1 hingga ke 3 antara lain :

a)  Mahasiswa yang melakukan pelanggaran atau perbuatan yang  menyebabkan mahasiswa mendapat teguran lisan :

1)  Tidak menjaga dan memelihara kebersihan dan kerapihan lingkungan

2)  Berlaku kurang / tidak sopan terhadap tenaga kependidikan, pegawai, sesama mahasiswa atau orang lain.

3)  Mengganggu kelancaran dan ketertiban proses belajar mengajar

4)  Melanggar Peraturan dan Tata Tertib

Teguran lisan diberikan oleh tenaga pendidik atau kependididkan langsung kepada mahasiswa yang melanggar. Hal tersebut diinformasikan ke ketua jurusan/ ketua program studi dan kepala subbag adak untuk dibuat catatan.

b)  Pelanggaran atau perbuatan yang menyebabkan mahasiswa mendapat     teguran tertulis hingga , antara lain :

   1) Memiliki nilai IP kurang dari atau sama dengan 2,00 ( <  2,00) pada akhir  semester dan atau nilai IPK dibawah 2,00

   2)  Jumlah jam ketidakhadiran tanpa keterangan maksimal 25% jam kuliah

   3)  Melalaikan kewajiban administrasi pada semester berjalan

   4)  Melanggar tata tertib setelah mendapatkan 3 (tiga) kali teguran lisan.

Sanksi teguran terlihat bersifat akumulatif dan berlaku untuk kurun waktu 1  (satu) semester. Teguran tertulis di keluarkan oleh kajur/ kaprodi dengan tembusan yang ditujukan kepada mahasiswa yang bersangkutan, orang tua/ wali dan dicatat di subbag adak.

 3. Skorsing diberikan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran antara  lain :

a) Memiliki nilai IP di bawah 2,00 pada akhir semester dan atau nilai IPK dibawah 2,00 setelah mendapat teguran tertulis ke 3

b) Jumlah jam ketidakhadiran tanpa keterangan mencapai maksimal 50% jam kuliah

c) Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan

d) Melanggar tata tertib setelah mendapat teguran tertulis ke 3

e) Melakukan pelanggaran hukum dan atau tindak pidana seperti penyalahgunaan narkotika, miras dilingkungan kampus

f)  Melakukan pelanggaran etika moral dan profesi seperti terbukti membawa/ menyimpan  CD/ kaset audio/ video terlarang

g) Melakukan pelanggaran etika akademik seperti misalnya terbukti mengerjakan   soal  ujian mahasiswa yang tidak hadir Sebelum dikeluarkan surat skorsing terebih dahulu dilakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Surat skorsing dikeluarkan oleh Direktur poltekkes yang ditujukan kepada mahasiswa yang ditembuskan  kepada orang tua/ wali dan di arsip di subbag adak.  Apabila setelah skorsing tidak ada tanggapan, maka dapat dikeluarkan sanksi berupa pemberhentian tetap/ pemutusan studi. Pemutusan studi dapat pula diberikan apabila :

1)   Tingkat kelulusan semester I dan II kurang dari 60 % mata kuliah semester tersebut.

2)   Tidak mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa alasan yang tidak dibenarkan pada semester I dan II  atau 2 (dua) semester berturut-turut

3)   Melalaikan kewajiban administratif selama 2 semester berturut-turut atau semester berlainan

4)   Telah melampaui batas masa studi yang diperkenankan

5)   Melakukan pelanggaran hukum, tindak pidana, serta melakukan pencurian baik dilingkungan maupun di luar kampus

6)  Melakukan pelanggaran etika moral dan profesi termasuk perkelahian baik di lingkungan maupun diluar  Kampus dan tindakan yang mencemarkan dan atau merusak citra institusi

7) Melakukan pelanggaran etika  akademik  serta melakukan plagiat makalah atau tugas akhir/ laporan dan sebagainya.

Dalam proses penerbitan surat keputusan pemutusan studi, terlebih dahulu  dilakukan pemanggilan kepada mahasiswa oleh kajur/Kaprodi melalui surat panggilan. Hasil pemanggilan dibuatkan berita acara pemeriksaan yang disaksikan struktural institusi (Kasubag ADAK) atau tenaga kependidikan/PA dan ditandatangani oleh seluruh yang hadir. Selanjutnya dikeluarkan surat keputusan pemutusan studi oleh direktur poltekes untuk disampaikan kepada orang tua/wali dan pihak-pihak yang berkepentingan

F. Cuti Akademik dan pengaktifan kembali

Cuti Akademik adalah masa istirahat dari kegiatan akademik/proses pembelajaran pada waktu tertentu selama mahasiswa mengikuti pendidikan di Poltekes, dengan ketentuan :

1.   Hanya dapat diberikn kepada mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik sekurang-kurangnya 1 (satu) semester.

2.   Cuti akademikdiberikan maksimal sepanjang 2 (dua) semester secara berurutan atau tidak

3.   Cuti akademik diberikan dengan alasan :

      a. Sakit hingga lebih dari (satu) bulan yang diperkuat dengan rekomendasi dari dokter

      b. Tugas Negara, dan surat tugas tersebut mendapat persetujuan Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

      c. Hamil dan atau melahirkan, hal tersebut perlu didukung dengan rekomendasi dari dokter

4.   Mahasiswa diwajibkan tetap membayar SPP selama waktu cuti kuliah

5.   Prosedur cuti akademik adalah sebagai berikut :

      a. Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yng diketahui oleh Dosen PA selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum dimulainya cuti akademik

      b. Surat persetujuan cuti akademik disiapkan oleh bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan dan tanda tangan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Setelah menjalani cuti akademik mahasiswa berkewajiban melapor kembali secara tertulis kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk selanjutnya dibuatkan surat persetujuan kuliah kembali, surat tersebut selanjutnya digunakan untuk registrasi akademik.

BAB III

E V A L U A S I

Pencapaian keberhasilan studi mahasiswa dalam kurun waktu semesteran di evaluasi melalui serangkaian ujian (tes) kompetensi akademik meliputi : kognitif, psikomotorik dan afektif dalam mata kuliah yang ditempuhnya pada semester yang bersangkutan. Ujian kompetensi akademik termasuk berupa ujian tulis dan atau ujian lisan, sedangkan yang ke dalamnya terintegrasi dengan  praktikum diberikan ujian praktikum.

Kegiatan ujian terjadwal berdasarkan kalender  akademik meliputi : ujian tengah semester, ujian akhir semester dilaksanakan apabila seluruh bahan perkuliahan untuk mata kuliah yang bersangkutan sudah selesai dibahas melalui proses perkuliahan tatap muka dikelas. Penyelenggaraan ujian tersebut dimaksudkan :

  1. Mengetahui tingkat keberhasilan studi mahasiswa pada setiap mata kuliah yang ditempuhnya.
  2. Mengetahui posisi kemampuan akademik mahasiswa
  3. Mengetahui tingkat keberhasilan dosen dalam penyelenggaraan pembelajaran
  1. Persyaratan Ujian 

Untuk mengikuti kegiatan ujian baik Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir

Semester mahasiswa harus memenuhi persyaratan :

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa Politekik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya dan telah melunasi biaya administrasi keuangan pada semester berjalan.
  2. Mengikuti perkuliahan mata kuliah tersebut dengan kehadiran minimal 80 %.
  3. Mengikuti seluruh kegiatan praktikum untuk mata kuliah yang dipersyaratkan praktek di laboratorium dan sejenisnya
  4. Telah menyerahkan dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan mata kuliah pada semester yang bersangkutan.

B.Tata Tertib Ujian

Selama pelaksanaan ujian mahasiswa diwajibkan untuk menaati tata tertib :

  1. Peserta ujian harus sudah berada diruangan ujian minimal 10 menit sebelum ujian dimulai dengan memakai baju seragam yang telah ditentukan.
  2. Peserta ijin datang terlambat hanya dapat mengikuti ujian setelah mendapat izin dari pimpinan (kaprodi)
  3. Peserta ujian hanya diperkenankan membawa alat tulis, kecuali alat-alat tertentu atas ijin pengawas.
  4. Selama mengikuti ujian, peserta tidak diperkenankan untuk meninggalkan tempat duduk (ruangan) ujian tanpa seijin pengawas, merokok, makan dan minum dalam ruangan dan perbuatan lainya yang mengganggu ketertiban dan ketenangan ujian.

C.Sistem Evaluasi

1.  Ujian Tengah Semester (UTS)

 Syarat-syarat UTS :

a) Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang bersangkutan.

b) Telah menyelesaikan administrasi dengan menyerahkan bukti/slip bukti pembayaran.

c) Telah mempunyai Kartu Tanda Peserta Ujian

Kartu peserta ujian diberikan pada mahasiswa yang telah memenuhi semua persyaratan administrasi yang telah ditetapkan:

1) Menyelesaikan tugas-tugas.

2) Menyelesaikan administrasi keuangan.

3) Menyelesaikan administrasi perpustakaan.

4) Menyelesaikan administrasi laboratorium.

2. Apabila sistem pengajaran dari suatu mata kuliah menggunakan sistem blok per setengah semester, maka evaluasi ditengah semester merupakan evaluasi sumatif bagi materi yang telah isampaikan.

Maka kehadiran teori 80%, dan Praktek/Klinik/Lapangan harus 100%.

D. Ujian Akhir Semester

1)       Persyaratan Umum

a) Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang bersangkutan.

b) Telah mempunyai kartu peserta ujian

Kartu peserta ujian diberikan pada mahasiswa yang memenuhi semua persyaratan administrasi yang telah ditetapkan, yaitu :

1) Menyelesaikan tugas-tugas

2) Menyelesaikan administrasi keuangan.

3) Menyelesaikan adminisrasi perpustakaan.

4) Menyelesaikan administrasi laboratorium.

2)       UAS Teori

Mahasiswa yang bisa mengikuti kegaitan UAS adalah bila teori ≥ 80%.

Bila kehadiran mahasiswa kurang dari 80%

a.    60 – 79% boleh mengikuti ujian dengan penugasan.

b.    59% maka tidak diperbolehkan mengikuti ujian.

3)        UAS praktek (laboratorium, lapangan, klinik)

a. Kehadiran mahasiswa mencapai 100%

b. Kehadiran kurang dari 100% diberi kesempatan mengganti praktek sesuai waktu yang ditinggalkan dengan ketentuan :

  Sakit   :  1 kali hari yang ditinggalkan

2) Ijin      :  2 kali yang ditinggalkan

3) Alpa    :  3 kali hari yang ditinggalkan

E. Her dan Perbaikan

1)   Her

a. Mahasiswa telah mengikuti ujian utama

b. Nilai mahasiswa D (1,00 – 1,99) diberi kesempatan langsung untuk her

c. Nilai E (≤100) dilakukan remedial terlebih dahulu oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan

d. Batas nilai minimal adalah 56 (2.00)

e. Pelaksanaan her maksimal 2 (dua) kali

2)  Ujian Perbaikan

a. Bagi mahasiswa yang mempunyai niai C dan B diberi kesempatan untuk mengikuti ujian perbaikan

Berlaku untuk yang lulus murni bukan hasil her.

b. Ujian menggunakan soal yang baru

c.  Soal untuk perbaikan diserahkan bersamaan dengan soal utama ke bagian Evaluasi. Program Studi Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan, Gigi,  Gizi, Pikes dan Farmasi

d. Nilai yang diambil adalah yang paling tinggi

A.Kartu Hasil Studi

Penerbitan Kartu Hasil Studi adalah dokumentasi nilai mata kuliah yang diambil mahasiswa pada semester bersangkutan sesuai dengan banyaknya mata kuliah yang direncanakan sebelumnya pada semester tersebut. Hasil evaluasi mahasiswa  yang sudah berbentuk nilai direkap oleh dosen dan diserahkan pada bagian akademik. Nilai yang sudah direkap dikomfirmasikan pada seluruh dosen pengampu mata ajaran dalam forum rapat evaluasi, nilai yang sudah benar didokumentasikan oleh bagian akademik program studi dan jurusan. Mahasiswa berhak menerima kartu hasil studi pada setiap semester.

  1. IP dan IPK

a.  IP (Indeks Prestasi)

  1) Indeks Prestasi adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester dan dihitung setap akhir semester.

  2) Rumus perhitunganya :

      IP    = Jumlah (AM x SKS)

                 Jumlah SKS

      AM = Angka Mutu

 3) IP dihitung oleh dosen wali bersama-sama mahasiswa pada waktu pengisian.

      Kartu Kemajuan Studi (KKS) pada akhir semester bersangkutan dan pengisian KRS untuk semester berikutnya

b.  Indeks Prestasi Kumulatif

1) IPK merupakan angka yang menunjukkan prestasi dan kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai semester paling akhir yang ditempuh dan dihitung di akhir tiap semester. IPK minimal 3.0

2) Rumus perhitungannya :

     IP = Jumlah (AM x SKS) Selurusah Semester

                     Jumlah SKS Seluruh semester

3) Huruf T dan K tidak digunakan dalam perhitungan IPK. Huruf T harus diubah terlebih dahulu menjadi A – E dalam waktu 2 (dua) minggu setelah huruf T diumumkan.

Demi meningkatkan kualitas dari para lulusannya Poltekkes bias menentukan sendiri batas minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk menentukan kelulusan mahasiswanya dengan syarat angka minimal tersebut tidak dari ketentuan yang berlaku yaitu ≤ 2.01

Pedoman Nilai Konversi

Nilai Absolut

Angka Mutu

Huruf Mutu

79 – 100

3,51 – 4,00

68 – 78

2,75 – 3,50

58 – 67

2,00 – 2,74

41 – 55

1,00 – 1,99

0 – 40

0,00 – 0,99

  1. Pengadministrasian Hasil Ujian
  1. Hasil Nilai akhir ujian setiap mata kuliah disusun secara komputerisasi
  2. Hasil ujian diserahkan ke program studi masing-masing oleh penanggung jawab mata kuliah selambat-lambatnya 1 minggu setelah ujian dilaksanakan
  3. Daftar nilai hasil ujian selanjutnya oleh Ketua Program Studi diserahkan ke ADAK jurusan masing-masing untuk dijadikan entri data nilai mata kuliah dan duplikatnya diserahkan kepada dosen wali sebagai control dosen wali.
  4. Pengumuman hasil ujian dilaksanakan oleh Ketua Program Studi setelah semua nilai masuk dari dosen penanggung jawab mata kuliah, setelah dilakukan rapat yudisium yang mengesahkan hasil ujian dimaksud

BAB IV

Wisuda merupakan peristiwa penting dalam rangkaian kegiatan akademis yang mempunyai arti khusus bagi mahasiswa, Wisuda dapat dipandang sebagai awal perubahan status dari mahasiswa menjadi tenaga kesehatan. Mahasiswa yang telah lulus (diwisuda) berhak menyandang gelar/sebutan professional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Wisuda merupakan upacara pelepasan lulusan dari suatu Institusi pendidikan yang dilakukan secara resmi yang pelaksanaannya mencakup pelantikan, pengambilan sumpah, pemberian ijazah dan penyerahan lulusan. Pelantikan adalah peristiwa pengucapan lafal pelantikan secara resmi oleh pejabat yang melantik, sedangkan pengambilan sumpah adalah pengucapan lafal sumpah/janji tenaga kesehatan oleh para wisudawan dihadapan pejabat pengambil sumpah. Wisuda diadakan paling sedikit 1 (satu) kali setahun yang diikuti seluruh mahasiswa yang telah di yudisium.

Ketentuan pelaksanaan wisuda sebagai berikut :

  1. Kepanitiaan wisuda ditetapkan dalam surat keputusan Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  2. Pelaksanaan wisuda mencakup kegiatan – kegiatan penyerahan ijazah, pelantikan dan pengambilan sumpah
  3. Penandatanganan naskah sumpah oleh lulusan dihadapan saksi dan pejabat yang melantik

PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN TUGAS AKHIR

  1. Proses Penyusunan Tugas Akhir
  1. Telah melaksanakan herregistrasi atau tercatat sebagai mahasiswa pada program studi yang diikuti yang sedang berjalan
  2. Sudah menyelesaikan seluruh SKS yang diwajibkan
  3. Sudah lulus semua mata kuliah yang dipersyaratkan / diujikan
  4. Telah melunasi kewajiban keuangan
  5. Persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing Program Studi / Jurusan
  1. Penyusunan Tugas Akhir

Setelah judul dan proposal penelitian dalam penyusunan tugas akhir/skripsi tersebut diseminarkan, dinyatakan layak dan bias dilanjutkan untuk penelitian maka mahasiswa memperbaiki sesuai dengan saran-saran yang diperoleh dari seminar proposal.

  1. Penyelenggaraan Ujian Sidang Tugas Akhir/Skripsi

Ujian sidang tugas akhir/skripsi dapat dilaksanakan penyelenggaraannya apabila :

  1. Naskah Tugas Akhir/Skripsi disetujui untuk diujikan oleh pembimbing I dan II
  2. Sudah melunasi segala hal yang berhubungan dengan keuangan
  3. Sudah membuat keterangan dengan perpustakaan dan laboratorium
  1. Penyelenggraan Ujian Sidang/ Tugas Akhir

Ujian sidang / Tugas Akhir/Skripsi dapat dilaksanakan penyelenggaraannya dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Sudah lulus seluruh mata kuliah yang diwajibkan sampai semester 6 untuk Diploma III dan semester 8 bagi Diploma IV
  2. Naskah skripsi/tugas akhir telah dinyatakan disetujui untuk diujikan oleh pembimbing
  3. Sudah melunasi dan menyerahkan :

Draft Skripsi/Tugas akhir yang telah ditanda tangani oleh pembimbing I dan II sebanyak 3 exsemplar (belum dijilid) ke Jurusan/Program Studi. Skripsi/Tugas Akhir yang akan diujikan harus dilampiri dengan telah melaksanakan penelitian berupa surat resmi dari tempat/instansi berwenang, apabila penelitian dilakukan ditempat lain yang tidak terkait dengan instansi resmi, maka surat itu ditanda tangani oleh Ketua RT/RW dimana penelitian itu dilakukan

  1. Tata Tertib Ujian Sidang Tugas Akhir / Skripsi
  1. Panitia ujian diwajibkan memakai pakaian resmi
  2. Penguji diwajibkan memakai pakaian sipil lengkap
  3. Mahasiswa diwajibkan hadir pada upacara pembukaan dan penutupan ujian sidang mahasiswa, mahasiswa yang tidak hadir pada pembukaan tidak diperkenankan mengikuti ujian sidang, bagi mahasiswa yang tidak hadir pada waktu penutupan ujian sidang akhir/skripsi tanpa alasan yang bias dipertanggung jawabkan, pengumuman ujian sidang tugas akhir/skripsi diundur sampai waktu ujian sidang berikutnya.